Jumat, 22 April 2011

ASUHAN KEPERAWATAN PERICARDITIS












Penulis : KHAFIDYAH NUR MAHANANI
NIM : 04.08.2107
Kelas : E/KP/VI

Sebelum kita membahas Pericarditis kita bahas dahulu fungsi normal dari pericardium.

Fungsi normal dari perikardium:
Perikardium visceral merupakan membran serous bersama-sama dengan perikardium parietalis membentuk cavum perikardium yang berisikan “ultrafiltrate of plasma” dalam jumlah yang kecil (15-50ml). Dalam keadaan yang normal pericardium mencegah dilatasi tiba-tiba dari ruang jantung pada saat melaksanakan tugasnya dan dengan hipervolemia. Perikardium juga membatasi posisi anatomi dari jantung, meminimalkan friction antara jantung dan struktur-struktur yang mengelilinginya, mencegah displacement dari jantung dan kekakuan dari pembuluh darah besar dan mungkin mencegah penyebaran infeksi dari paru-paru dan cavum pleura ke jantung.

1. DEFINISI
Pengertian Pericarditis:
Pericarditis adalah peradangan pada perikardium (kantung fibrosa yang mengelilingi jantung ) Sebuah karakteristik nyeri dada sering hadir. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai penyebab seperti infeksi virus pada percardium, idiopatik penyebab, perikarditis uremik, infeksi bakteri di precardium (untuk ie Mycobacterium tuberculosis ), pasca-infark perikarditis (perikarditis karena serangan jantung), atau Dressler s ' perikarditis.

Perikarditis adalah peradangan perikard parietal, viseral atau keduanya. Perikarditis dibagi atas perikarditis akut, sub akut dan kronis. Yang sub akut dan kronis mempunyai etiologi dan pengobatan yang sama.

2. KLASIFIKASI PERICARDITIS
Perikarditis dapat diklasifikasikan berdasarkan komposisi inflamasi eksudat atau dengan kata lain komposisi cairan yang terakumulasi sekitar jantung.

Jenis meliputi:
  • serousserous
  • bernanah
  • fibrinous
  • caseous
  • hemorrhagic
  • Post infark
Tergantung pada waktu presentasi dan durasi, perikarditis dibagi menjadi akut "dan" kronis "bentuk". perikarditis akut lebih umum dari perikarditis kronis, dan dapat terjadi sebagai komplikasi dari infeksi, kondisi imunologi, atau bahkan sebagai hasil dari serangan jantung (infark miokard). Perikarditis kronis namun kurang umum, suatu bentuk yang perikarditis konstriktif

Berikut ini adalah klasifikasi klinis akut vs kronis
Klinis: akut (<6 minggu), subakut (6 minggu sampai 6 bulan) dan kronis (> 6 bulan)
Substernal atau kiri prekordial berhubung dgn selaput dada Nyeri dada dengan radiasi ke punggungan trapezius (bagian bawah tulang belikat di belakang), yang lega dengan duduk dan membungkuk maju dan diperparah dengan berbaring (telentang atau terlentang posisi) atau inspirasi (mengambil napas dalam), adalah rasa sakit karakteristik perikarditis. [2] Rasa sakit, bisa menyerupai nyeri angina pectoris atau serangan jantung tetapi berbeda dalam bahwa perubahan rasa sakit dengan posisi tubuh, sebagai lawan dari serangan sakit jantung yang seperti tekanan, dan konstan dengan radiasi ke lengan kiri dan / atau rahang. Gejala lain dari perikarditis mungkin termasuk kering batuk , demam , kelelahan, dan kecemasan. Karena kesamaan dengan infark miokard (serangan jantung) sakit, perikarditis bisa misdiagnosed sebagai akut infark miokard (serangan jantung) hanya berdasarkan data klinis dan sangat ekstrim kecurigaan pada bagian diagnostik yang diperlukan. Ironisnya akut infark miokard (serangan jantung) juga dapat menyebabkan perikarditis, tetapi sering gejala menyajikan bervariasi cukup untuk menjamin diagnosis. Tabel berikut mengatur presentasi klinis perikarditis:

Classification and external resources Klasifikasi dan sumber daya eksternal 
Gambar.1
An ECG showing pericarditis. Sebuah EKG menunjukkan perikarditis. Note the ST elevation in multiple leads with slight reciprocal ST depression in aVR. Perhatikan elevasi ST dalam memimpin beberapa dengan ST depresi timbal balik sedikit di aVR.
 Gambar.2
An ECG showing pericarditis. Sebuah EKG menunjukkan perikarditis.

Karakteristik / Parameter
Pericarditis
Infark miokard
Nyeri Deskripsi
Sharp, berhubung dgn selaput dada ,-sternum (di bawah) sternum atau kiri prekordial (kiri) dada nyeri retro
Digambarkan sebagai "gajah di dada."
Radiasi
Sakit memancarkan ke punggungan trapezius (dengan porsi terendah dari skapula di belakang) atau radiasi tidak.
Sakit memancarkan ke rahang, atau kiri atau lengan, atau tidak memancarkan.
 Pengerahan tenaga
Tidak mengubah rasa sakit
Dapat meningkatkan rasa sakit
Posisi
Nyeri lebih buruk terlentang atau pada saat inspirasi (menghirup)
Tidak posisional
 Mulai / durasi
sakit mendadak, yang berlangsung selama berjam-jam atau kadang-kadang hari sebelum pasien datang ke UGD
Tiba-tiba atau kronis memburuk rasa sakit yang bisa datang dan pergi di paroxysms atau dapat bertahan selama berjam-jam sebelum pasien memutuskan untuk datang ke UGD


Table.1

Klasik tanda perikarditis adalah menggosok gesekan Auskultasi pada pemeriksaan kardiovaskular biasanya di kiri bawah perbatasan sternum. Tanda-tanda fisik lainnya termasuk pasien dalam kesusahan, sakit dada posisi, diaforesis (keringat berlebihan), dan kemungkinan gagal jantung dalam bentuk precardial tamponade menyebabkan paradoxus pulsus , dan 's triad Beck hipotensi (karena penurunan cardiac output ), jauh (teredam ) jantung suara, dan JVD (distensi vena jugularis).

3. PENYEBAB
Infeksi
Perikarditis dapat disebabkan oleh virus , bakteri , atau jamur infeksi. The virus patogen yang paling umum secara tradisional telah dianggap coxsackievirus berdasarkan studi pada anak-anak dari tahun 1960-an, tetapi data terakhir menunjukkan bahwa orang dewasa yang paling sering terpengaruh dengan sitomegalovirus , virus herpes , dan HIV . Pneumococcus atau perikarditis TB adalah para bakteri bentuk paling umum. bakteri anaerob juga dapat menyebabkan langka. Perikarditis jamur biasanya karena histoplasmosis , atau dalam immunocompromised host Aspergillus , Candida , dan Coccidioides. Penyebab paling umum di seluruh dunia adalah perikarditis perikarditis menular dengan Tuberkulosis.
Lainnya
  • Idiopatik : Tidak etiologi diidentifikasi ditemukan setelah pengujian rutin.
  • Imunologi kondisi termasuk lupus eritematosus sistemik (lebih umum di kalangan wanita) atau demam rematik
  • Myocardial Infarction ( Sindrom Dressler )
  • Trauma ke jantung, misalnya tusuk, mengakibatkan infeksi atau peradangan
  • Uremia ( perikarditis uremik )
  • Keganasan (sebagai fenomena paraneoplastic )
  • Efek samping dari beberapa obat, misalnya isoniazid, siklosporin, hydralazine, warfarin, dan heparin
  • Radiasi induksi
  • Diseksi aorta
  • Tetrasiklin
  • Postpericardiotomy sindrom : Biasanya setelah CABG operasi 
A. Pericarditis Akut:
a. DEFINISI
Perikarditis Akut (Acute Pericarditis) adalah peradangan pada pericardium (kantung selaput jantung), yang dimulai secara tiba-tiba dan sering menyebabkan nyeri. Peradangan menyebabkan cairan dan produk darah (fibrin, sel darah merah dan sel darah putih) memenuhi rongga perikardium. Nyeri dada, pericardial friction rub(trias klasik), perubahan EKG, dan efusi pericardial dengan tamponade jantung dan paradoxical pulse merupakan manifestasi utama dari bermacam-macam bentuk dari perikarditis akut.

b. ETIOLOGI
Penyakit idiopatik (beningna), infeksi non spesifik (virus, bakteri, jamur, TBC, penyakit kolagen, artritis reumatoid, sistemic lupus eritromatosus, neoplasma seperti mesotelioma, tumor metastasis, trauma, radiasi, uremia, infark miokard akut, dressler sindrom, sindrom paska perikardiotomi , dan diseksi aorta). Walaupun banyak penyebab perikarditis akut, penyebab paling sering dengan urutan adalah : infeksi virus, infeksi bakteri, uremia, trauma, sindrom paska infark, sindrom paska perikardiotomi, neoplasma dan idiopatik.

c. GEJALA KLINIS
Sakit dada sub sternal/para sternal , kadang menjalar ke bahu, lebih ringan bila duduk. Pemeriksaan klinik ditemukan perikardial friction rub dan pembesaran jantung. Tanda-tanda penyumbatan ditemukan lewat tekanan vena meningkat, hematomegali dan udem kaki, bunyi jantung lemah, tetapi dapat normal bila efusi perikard berada dibelakang. Foto rontgen tampak normal bila efusi perikar sedikit. Tampak bayangan jantung membesar bila efusi perikard banyak. EKG memperlihatkan segmen ST tanpa perubahan resiprokal, voltase QRS rendah. Pemeriksaan Echo: M-mode dua dimensi sangat baik untuk memastikan adanya efusi dan banyaknya cairan.

d. GEJALA
Biasanya perikarditis akut menyebabkan demam dan nyeri dada, yang menjalar ke bahu kiri dan kadang ke lengan kiri.Nyerinya menyerupai serangan jantung, tetapi pada perikarditis akut nyeri ini cenderung bertambah buruk jika berbaring, batuk atau bernafas dalam. Perikarditis dapat menyebabkan tamponade jantung, suatu keadaan yang bisa berakibat fatal.

Nyeri dada
Nyeri dada merupakan gejala yang selalu ada dalam setiap benuk perikarditis akut. Nyeri pada perikarditits kerapkali berat, pada retrosternal dan precordial kiri, dan menjalar ke punggung dan daerah kiri trapezius. Sering sakitnya merupakan konsekuensi pleuritis yang mengiringi inflamasi pleural. Nyeri dada yang timbul dirasakan menusuk dan diperburuk oleh inspirasi, batuk, dan perubahan dari posisi tubuh, tetapi kadang-kadang menetap, sakit yang menjalar ke lengan atau kedua lengan yang mirip dengan myocardiac iskemia; oleh karena itu, kebingungan dengan acute myocardial infarction (AMI) sering mincul. Secara khusus, bagaimanapun juga nyeri perikardial akan berkurang dengan duduk dengan posisi tubuh ke depan dan semakin buruk dengan berbaring dalam posisi supine.

Pericardial Friction Rub
Merupakan tanda fisik yang paling penting pada perikarditis akut, mencapai 3 komponen setiap siklus jantung. Kadang-kadang diperoleh ketika penekan tetap dengan diafragma stetoskop pada dinding thoraks pada kiri bawah batas sternum. Paling sering didengar selama ekspirasi dalam posisi tegak lurus dengan posisi ke arah depan. Gesekannya sering tidak tetap, dan suaranya akan hilang dalam beberapa jam, dan mungkin kembali pada hari berikutnya.

Gejala lain:
Urutannya sbb:
Dispnea, edema perifer, pembesaran perut, gangguan abdominal, lelah ortopnoe,palpitasi, batuk, nausea dan paroxysmal nocturnal dispnea.

Foto rontgen dada biasanya menunjukkan besar jantung normal,kadang-kadang membesar pada 10%. Vena kava melebar di mediastinum kanan atas, atrium kiri membesar, penebalan perikard . EKG memperlihatkan low voltage, segmen ST dan inversi gelombang T yang menyeluruh. QRS irama sinus bisa juga timbul fibrilasi atrium. Ekokardiografi M Mode bisa menunjukkan penebalan dinding perikardium.
ft
Gambar .3
 e. PENGOBATAN
• Penderita biasanya dirawat di rumah sakit, diberikan obat untuk mengurangi peradangan (misalnyaAspirin atau ibuprofen), kontrol terhadap terjadinya efusi pericardial (jika ada efusi pericardial maka tekanan arteri dan vena , heart rate harus dikontrol dan diperhatikan. Selain itu harus diawasi kemungkinan terjadinya komplikasi (terutama tamponade jantung).
  • Bila nyerinya hebat mungkin perlu diberikan opium (misalnya morfin) atau corticosteroid.
  • Obat yang paling sering digunakan untuk nyeri yang hebat adalah prednisone.
  • Pengobatan lanjutan dari perikarditis akut bervariasi, tergantung kepada penyebabnya.
  • Penderita kanker mungkin memberikan respon terhadap kemoterapi (obat anti kanker) atau terapi penyinaran; tetapi biasanya penderita menjalani pembedahan untuk mengangkat perikardium.
  • Penderita gagal ginjal mungkin akan memberikan respon terhadap perubahan programdialisa yang dijalaninya.
  • Infeksi bakteri diobati dengan antibiotik dan nanah dari perikardium dibuang melalui pembedahan.
  • Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka pemakaian obat tersebut segera dihentikan.
  • Aspirin, ibuprofen atau corticosteroid diberikan kepada penderita yang mengalami perikarditis berulang yang disebabkan oleh virus.
  • Pada beberapa kasus diberikancol chic ine.
  • Jika penanganan dengan obat-obatan gagal, biasanya dilakukan pembedahan untuk mengangkat perikardium.
f. PROGNOSIS
Prognosis tergantung kepada penyebabnya.
  • Jika disebabkan oleh virus atau jika penyebabnya tidak jelas, penyembuhan biasanya memerlukan waktu 1-3 minggu.
  • Komplikasi maupun kekambuhan bisa memperlambat penyembuhan.
  • Penderita kanker yang telah menyebar ke perikardium bertahan hidup sampai 12-18 bulan.
g. DIAGNOSA
  • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik (mendengarkan bunyi jantung dengan stetoskop).
  • Perikarditis dapat menyebabkan bunyi berderak yang mirip dengan bunyi keriat-keriut sepatu kulit.
  • Foto rontgen dada danekokardiografi dapat memperlihatkan banyaknya cairan di dalam perikardium.
  • Ekokardiografi juga dapat menunjukkan penyebabnya (misalnya tumor) dan menunjukkan tekanan cairan perikardium pada bilik jantung kanan. Tekanan yang tinggi merupakan tanda kemungkinan terjadinya tamponade jantung.
  • Pemeriksaan darah bisa menunjukkan beberapa keadaan yang menyebabkan perikarditis, seperti leukemi, AIDS, infeksi, demam rematik dan kadar urea darah yang meningkat yang disebabkan oleh gagal ginjal.
B. PERICARDITIS KRONIS
a. DEFINISI
Perikarditis Kronis (Chronic Pericarditis)adalah suatu peradangan perikardium (kantung jantung) yang menyebabkan penimbunan cairan atau penebalan dan biasanya terjadi secara bertahap serta berlangsung lama.
Pada perikarditis efusif kronis, secara perlahan cairan terkumpul di dalam perikardium. Biasanya penyebabnya tidak diketahui, tetapi mungkin disebabkan oleh kanker, tuberculosis atau penurunan fungsi tiroid. 

Jika memungkinkan, penyebabnya diobati; jika fungsi jantung normal, dilakukan pendekatan dengan cara menunggu dan melihat perkembangannya. 

Perikarditis konstriktif kronis adalah penyakit yang jarang, yang biasanya terjadi jika jaringan fibrosa terbentuk di sekitar jantung. 

Jaringan fibrosa cenderung untuk menetap selama bertahun-tahun, menekan jantung dan membuat jantung menjadi mengecil.  Penekanan jantung akan meyebabkan meningkatnya tekanan di dalam vena yang mengangkut darah ke jantung karena untuk mengisi jantung diperlukan tekanan yang lebih tinggi.  Cairan akan mengalir balik dan kemudian meresap dan terkumpul dibawah kulit, di dalam perut dan kadang-kadang di rongga sekitar paru-paru. 

Gambar.6


Gambar .7

b. PENYEBAB
Penyebab terbanyak dari perikarditis konstriktif kronis adalah infeksi virus dan terapi penyinaran untuk kanker payudara atau limfoma.
Perikarditis konstriktif kronis juga merupakan akibat dari:
  • artritis rematoid
  • lupus eritematosus sistemik
  • cedera
  • pembedahan jantung
  • infeksi bakteri.
Sebelumnya tuberkulosis adalah penyebab terbanyak dari perikarditis kronis di AS, tetapi saat ini hanya 2% kasus yang disebabkan oleh tuberkulosis. Di Afrika dan India, tuberkulosis masih merupakan penyebab tersering dari semua bentuk perikarditis.

c. GEJALA
Gejala dari perikarditis kronis antara lain:
  • sesak nafas
  • batuk (karena tekanan tinggi pada vena paru-paru mendorong cairan masuk ke dalam kantung-kantung udara)
  • kelelahan (karena kerja jantung menjadi tidak efisien).
  • Tidak menimbulkan rasa nyeri.
  • Bisa terjadi penimbunan cairan di perut dan tungkai.
  • Gejala-gejala yang dapat menjadi petunjuk penting bahwa seseorang menderita perikarditis kronis adalah tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner atau penyakit katup jantung.
d. DIAGNOSA
Untuk memperkuat diagnosis dilakukan 2 prosedur berikut:
  1. Kateterisasi jantung : digunakan untuk mengukur tekanan darah di dalam bilik jantung dan pembuluh darah utama
  2. MRI scan atau CT scan : digunakan untuk mengukur ketebalan perikardium. Dalam keadaan normal, tebal perikardium kurang dari 0,3 cm, tetapi pada perikarditis konstriktif kronis tebalnya mencapai 0,6 cm atau lebih. Pada perikarditis konstriktif kronis, rontgen dada tidak menunjukkan adanya pembesaran jantung, tetapi ditemukan pengendapan kalsium di dalam perikardium.

Gambar.5
e. PENGOBATAN
Diuretik (obat yang membuang kelebihan cairan) bisa memperbaiki gejala, tetapi penyembuhan hanya mungkin terjadi jika dilakukan pembedahan untuk mengangkat perikardium. 85% penderita yang menjalani pembedahan mengalami penyembuhan. Pembedahan memiliki resiko kematian sebesar 5-15%, karena itu pembedahan hanya dilakukan jika penyakit ini telah sangat mengganggu aktivitas penderita sehari-hari.

5. Pengobatan
Perlakuan atau idiopatik perikarditis virus dengan Aspirin [2] , atau obat-inflamasi non-steroid anti (NSAIDs seperti naproxen ). Severe cases may require: Kasus yang parah mungkin memerlukan:
  • pericardiocentesis untuk mengobati efusi perikardial / tamponade
  • antibiotik untuk mengobati tuberkulosis atau penyebab bakteri lainnya.
  • steroid digunakan dalam perikarditis akut tetapi tidak disukai karena mereka meningkatkan kesempatan perikarditis berulang.
  • colchicine adalah perawatan pilihan yang sangat efektif. Jika Aspirin dan NSAID tidak cukup, colchicine harus ditambahkan ke rejimen.
  • dalam kasus yang jarang, pembedahan 
6. Komplikasi Akut
Hal ini dapat dilihat pada pasien yang hadir experiecing tanda-tanda klasik dari perikarditis tetapi siapa yang kemudian akan obtundate, dan kemajuan untuk menunjukkan tanda-tanda tamponade yang meliputi decresaed kewaspadaan dan kelesuan, pulsus paradoxus (penurunan sedikitnya 10 mmHg dari tekanan darah sistolik pada inspirasi ), hipotensi (karena penurunan indeks jantung ), JVD (distensi vena jugual dari gagal jantung sisi kanan dan overload cairan), jantung jauh suara di auskultasi, dan equilibrium dari semua tekanan darah diastolik pada catheretization jantung akibat penyempitan perikardium oleh fluida. 

Dalam kasus-kasus tamponade jantung, EKG atau Holter monitor maka akan menggambarkan alterans listrik menunjukkan bergoyang-goyang dari jantung dalam pericardium berisi cairan, dan isi ulang kapiler akan menurun, serta runtuh vaskular parah dan status mental berubah karena hipoperfusi organ tubuh dengan hati yang tidak bisa memompa darah secara efektif. 

Uji diagnostik untuk tomponade jantung, adalah trans-esofagus echocardiography (TEE) walaupun -toraks trans echocardiography (TTE) juga dapat dimanfaatkan dalam kasus dimana terdapat suspiction tinggi diseksi aorta dan tekanan darah tinggi, atau pada pasien dimana esofagus probing adalah tidak layak. Chest X-ray dapat menggambarkan sebuah "botol air" penampilan jantung di tamponade, meskipun X-ray dada tidak cukup spesifik itu tidak cukup akurat dalam pengaturan akut. Dari catatan adalah fakta bahwa sinar-X dada dapat sepenuhnya normal dalam efusi perikardial akut/tomponade, sehingga tidak boleh diandalkan sebagai alat diagnostik tunggal.

7. Asuhan Keperawatan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PERICARDITIS
  • Nama pengkaji  :
  • Tempat pengkajian :
  • Waktu pengkajian  :
  • Metode   :
  • Sumber   :
I. Identitas
  • Identitas Klien
  • Nama, umur, jenis kelamin,TB, BB, alamat, status perkawinan, agama, suku, pendidikan, dan pekerjaan.
  • Identitas Penanggung Jawab (Keluarga)
  • Nama, umur, jenis kelamin, alamat, status perkawinan, agama, suku, pendidikan, pekerjaan dan hubungan dengan klien.
  • Struktur Keluarga
  • Genogram
  • Riwayat Kesehatan
1. Keluhan Utama
2. Riwayat Kesehatan Dahulu
3. Riwayat Kesehatan Keluarga
4. Riwayat Kesehatan Lingkungan

II. Pola Fungsi Kesehatan
1. Pola persepsi-pemeliharaan kesehatan
2. Pola aktivitas latihan
3. Pola istirahat dan tidur
4. Pola hubungan dan peran
5. Pola nutrisi dan metabolisme
6. Pola eliminasi
7. Pola kognitif-perseptual
8. Pola konsep diri
9. Pola koping
10. Pola seksual-reproduksi
11. Pola nilai dan kepercayaan

III. Pemeriksaan Fisik
Head to toes

IV. Data Fokus
DO:
DS:
V. Analisa Data
VI. Diagnosa Keperawatan
  1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologi.
  2. Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung b/d akumulasi cairan dalam kantong pericardia.
VII. Rencana Keperawatan

Dx.kep1
  1. Observasi  paliatif, qualitatif, regio, skala dan time dari nyeri.
  2. Berikanterapi oksigen sesuai dengan indikasi.
  3. Ajarkan pada keluarga dan klien tehnik relaksasi.
  4. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat analgetik.
dx.kep 2
Kaji dan laporkan tanda penurunan curah jantung
Palpasi nadi perifer
Obserfesi adanya nadi yang dapat hipotensi peningkatan JVP, perubahan suara jantung dan penurunan tingkat kesadaran
Kolaborasi dengan dokter

Sabtu, 26 Maret 2011

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA ARTHRITIS PSORIASIS

SRI WAHYUNITASSARI
04.08.2076
D/KP/VI

BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
            Sekitar 7% dari penderita penyakit psoriasis mengalami penyakit radang sendi. Biasanya arthritis terjadi setelah terlihat adanya lesi-lesi pada kulit tetapi dapat juga timbul sebelum atau pada saat yang bersamaan dengan timbulnya lesi kulit. Perbandinga atara pria dan wanita penyakit ini hamper seimbang. Arthritis Psoriasis merupakan penyakit peradangan pada sendi, sehinga sendi terasa nyeri, bengkak dan kuku, mirip gejala rematik. Pada tahap ini penderita harus segera ditolong agar sendi-sendinya tidak sampai keropos.  















BAB II
TINJAUAN TEORI
DEFINISI
            Arthritis Psoriasis adalah suatu peradangan sendi (arthritis) yang terjadi pada orang-orang yang menderita psoriasis pada kulit atau kuku. Penyakit ini mirip dengan arthritis rematoid, tetepi tadak menghasilkan antibodi sepesifik seperti halnya arthritis rematoid.
ETIOLOGI
            Penyebab tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan factor genetic. Biasanya penderita psoriasis memiliki kemungkinan yang besar untuk menderita arthritis. Psoriasis merupakan kelainan kulit menahun yang sering ditemukan, yang menyebabkan timbulnya bercak-bercak merah dikulit. Sekitar 1 diantara 20 penderita psoriasis akan menderita arthritis. Pada sekitar 75%kasus, arthritis didahului oleh psoriasis penyakit ini bisa timbul dalam berbagai bentuk. Arthritis biasanya bersifat berat dan biasanya menyerang jari-jari tangan dan tulang belakang. Jika melibatkan tulang belakang, maka gejalanya akan lebih banyak menyerupai ankilosing spondiliti 
GEJALA
Gejalanya berupa : Kelainan kuku atau lesi kulit karena psoriasis (kulit menjadi bersisik-sisik kemerahan dan terjadi penebalan, bisa disertai kuku yang berlubang),Pembengkakan dan nyeri persendiaan (arthritis), biasanya pada persendian jari tangan dan jari kaki, tetapi bisa juga pada persendian lainnya,Nyeri pergelangan tangan, nyeri lutut, nyeri pinggul, nyeri siku, nyeri pergelangan kaki,Nyeri dan pembengkakan pada trempat persambungan tendo dengan tulang, mungkin melibatkan tendo Achile
MANISFESTASI KLINIS
            Arthritis psoriasis paling sering timbul sebagai peradangan yang hanya menyerang beberapa asemetris yang hanya menyerang beberapa sendi perifer pada suatu waktu tertentu. Sendi-sendi distal dari tangan dan kaki adalah sendi-sendi yang paling yang paling sering terserang. Tetapi sendi-sendi lain pun dapat terserang, termasuk semua persendian pada tangan, kaki, lutut, dan panggul. Ada kecenderungan aktivitas arthritis ini berubah-ubah sesuai dengan jenis psoriasisnya, terutama pada psoriasis yang melibatkan kuku. Artritis psoriasis dapat timbul sebagai arthritis yang simetris sehingga menyerupai arthritis rheumatoid atau dapat menyerupai arthritis mutilans apabila semua sendi diresopsi lagi dengan sempurna, atau sebagai spondilitis yang serupa dengan spondilitis ankilosars. Arthritis psoriasis umumnya kurang menimbulkan kecacatan bila dibandingkan dengan arthritis rheumatoid.
Temuan Laboratorium dan Radiologi
            Tidak ada uji laboratorium spesifik untuk artritis psoriatik. Laju endap darah dapat meningkatkan selama fase akut penyakit. Antigen HLA-B27 ditemukan positif pada sekitar 20% pemeriksaan. Hasil ini dapat meningkat menjadi 50% positif apabila juga penderita mengalami peradangan pada sakroiliaka.
            Gambaran Radiologi pada tahap awal biasanya normal. Suatu cirri khas yang tepat pada tahap lanjut adalah tanda-tanda pensil di dalam mangkok terhadap erosi pada ujung distal falang proksimal sehingga menjadi agak runcing ujungnya dan pertumbuhan tulang berlebihan pada ujung proksimal falang distal dimana terdapat insesi tendon.


PENATALAKSANAAN
            Penatalaksanaan arthritis psoriasis adalah aspiri atau obat-obatan aanti radang non-steroid dalam dosis yang tepat. Tindakan ini digabung dengan penatalaksanaan lesi kulit. Kortikosteroid biasanya tidak dipakai karena harus diberikan dalam dosis besar sehingga timbul efek samping yang tak dapat diterima. Terapi obat-obatan dari gologan emas dan imonosupresif. Obat-obat ini hanya diberikan untuk kasus-kasus yang berat tidak berespons terhadap bentuk terapi lainnya.
            Pengobatan janka panjang memerlikan pendekatan multifokal yang meliputi terapi fisik, perubahan aktivitas hidup sehari-hari dan kadang-kadang perawatan dirumah sakit dan pembedahan. Kebanyakan penderita arthritis psoriasis tidak memerlukan intervensi medis yang ekstensif. Penderita kali ini cukup sering mengalami periode remisi dan berlangsung selama beberapa bulan.
PENGOBATAN
            Obat anti peradangan non-steroid atau salisilat diberikan untuk mengurangi nyeri dan peradangan sendi. Beberapa obat yang efektif untuk pengobati penyakit ini. Diantaranya adalah senyawa emas, methotrexate, clorosporin dan sulfasalazine. Kadang steroid disuntikan langsung kepersendiaan yang terkena. Obat lainnya adalah etretina, yang biasanya efektif pada kasus yang berat tetapi memiliki efek samping yang serius, karena bisa menyebabkan kelainan bawaan sehingga tidak boleh diberikan kepada wanita hamil.
            Etretina memetap di dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama, karena itu wanita sebaiknya tidak hamil selama pengobatan atau minimal 1tahun selama pemakaian obat dihentikan. Kombinasi metotreksat per-oral dengan pengobatan sinar ultraviolet (PUVA), bisa mengurangi gejala kulit dan peradangan pada tulang kecuali tulang belakang. Jarang perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki atau mengganti persendiaan yang terkena. Untuk meningkatkan mobilitas persendiaan, dilakukan latihan khusus untuk persendian yang terkena. Atau bisa juga digunakan terapi panas dan dingin maupun hidroterapi. Prognosis untuk artritis psoriatic biasanya lebih baik dibandingkan dengan artritis rematoid, karena sendi yang terkena lebih sedikit dan penyakitnya seringkali bersifat ringan. Terapi persendiaan bisa mengalami kerusakan yang hebat.
           


















BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN

  1. PENGKAJIAN
Pengkajian dilakuka pada hari …tanggal …jam …diruang …
1. BIODATA
   a. Identitas Klien                        
      Nama                                       :  Ny.S                                          
      Tempat tanggal lahir               : Yogyakarta, 1 April 1972                      
      Umur                                       : 39 tahun                         
      Jenis Kelamin                          : Perempuan
      Alamat                                    : Jl. Imogiri
      Agama                                     : Islam
      Suku                                        : Jawa       
      Pendidikan                              : SMU
      No. CM                                   : 1.09.08.54
      Dx. Medis                               : Artritis Psoriasis
      Tanggal masuk RS                  : 6 Januari 2011
   b. Identitas Penanggung Jawab
      Nama                                       : Tn. H
      Tempat tanggal lahir               : Yogyakarta, 02 September 1966           
      Umur                                       : 35 tahun
      Jenis kelamin                           : Laki-laki
      Alamat                                    : Jl.Imogiri
      Agama                                     : Islam
      Suku                                        : Jawa
      Pendidikan                              : Sarjana
      Hubungan dengan klien          : Suami klien

2. RIWAYAT KESEHATAN
   a. Keluhan utama
       Nyeri pada sendi
   b. Riwayat Kesehatan Sekarang
       Nyeri pada persendian biasanya persendiaan jari tangan,jari kaki, pergelangan tangan,nyeri lutut, nyeri pinggul, nyeri pergelangan kaki, nyeri siku, nyeri pergelangan kaki disertai dengan kelainan kuku atau lesi kulit psoriasis( kulit menjadi bersisik, kemerahan dan terjadi penebalan) dan pembengkakan.
   c. Riwayat Kesehatan Dahulu
       Pasien tidak pernah menderita penyakit seperti ini
   d. Riwayat kesehatan Keluarga
      Tidak ada penyakit menular dan menurun dalam anggota pasien
                  e. Riwayat Kesehatan Lingkungan
                                    -                                  
3. POLA FUNGSI KESEHATAN (Gordon)
      a. Persepsi terhadap kesehatan
         Bahwasanya sakit adalah suatu rasa tidak enak yang membuat menjadi tidak nyaman,pasien tidak mengkonsumsi atau mengkonsumsi alcohol.
      b. Pola aktivitas latihan
     
Aktivitas
0
1
2
3
4
Mandi

ü   



Berpakaian

ü   



Eliminasi

ü   



Ambulansi

ü   



Makan

ü   



            Keterangan:
            0: Mandiri
            1: Alat Bantu
            2: Dibantu orarng lain
            3: Dibantu orang lain dan alat
            4: tergantung total
c. Pola istirahat tidur
          Pola tidur mengalami gangguan karena nyeri persendian
      d. Pola nutrisi metabolic
          Pola metabolit tidak ada ganguan
      e. Pola eliminasi
          Tidak ada ganguan pada pola eliminasi
      f. Pola kognitif perceptual
·          Status mental : sadar
·          Bicara            : normal
·          Pendengaran  : tidak ada gangguan
·          Penglihatan    : tidak ada gangguan
·          Vertigo           : tidak ada
      g. Pola konsep diri
Harga diri          : terganggu karena penyakit yang dideritanya
Ideal diri           : tidak terganggu
Identitas diri     : tidak terganggu
Gambaran diri   : tidak terganggu
Peran diri           : terganggu , tidak bisa melakukan perannya secara penuh
      h. Pola koping
          Setiap ada masalah klien selalu mendiskusikan dengan suami dan keluarganya.
      i. Pola seksual reproduksi
                 Tidak dapat melakukan hubungan dengan suaminya karena sakit yang dideritanya
      j. Pola peran dan hubungan
      Hubungan pasien dengan anggota keluarga, masyarakat sekitar baik tidak ada permusuhan.
      k. Pola nilai dan kepercayaan
          pasien beragama islam
4. PEMERIKSAAN FISIK
    a. Keadaan Umum : lemah
        Kesadaran Umum: Composmetis
        GCS                      :
        Respon motorik    : 4
        Respon verbal       : 5
        Respon mata         : 4
                                       13
   b. Tanda-tanda vital
·   Suhu            : 37,5 ˚C)
·   Nadi            : 80×/mnt)
·   TD              : 120/70mmHg
·   Pernapasan : 24 x/mnt
    c. Pemeriksaan Head to Toe
·   Kepala
Bentuk mescocepal, tidak berketombe, tidak ada perabangan/lesi
·   Rambut
Rambut panjang, hitam, tidak mudah rontok, lebat dan distribusi rambut menyebar
·   Wajah
Bentuk oval, simetris
·   Mata
Bentuk bulat, tidak menggunakan kaca mata
-    Konjungtiva  : berwarna merah muda
-    Pupil              : isokor
-    Skelera          : bening
-    Iris                 : coklat
-    Kelopak mata : cekung
·   Hidung
Bentuk simetris, lubang hidung tidak terdapat secret dan penyumbatan, fungsi pembauan baik.
·   Telinga
Bentuk simetris, tidak ada cairan yang keluar, tidak ada pendarahan, lubang telinga bersih, fungsi pendengaran baik.
·   Mulut
Bibir tampak lembab, tidak terdapat stomatitis, gusi dan mulut bersih, gigi lengkap dan mampu untuk menelan.
·   Leher
Warna sama seperti kulit sekitarnya, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada lesi
·   Dada
-    Inspeksi : bentuk simetris, pergerakan kanan dan kiri simertris
-    Palpasi   : ictus cordis Auskultrasi vesikuler
·   Abdomen
-    Inspeksi : tidak ada benjolan pada abdomen
-    Auskultasi  : bising usus hiperaktif 17-21 x/mnt
-    Perkusi   : adanya suara tympani
-    Palpasi : tidak ada nyeri epigastrium
·   Genetalia
Genetalia tampak bersih
·   Ekstermitas                                                                                        Pergerakan kaki dan tangan baik yang kiri dan yang kanan tidak terkoordinasi dengan baik.

5.      PEMERIKSAAN PENUNJANG
ü  Sinar X dari sendi yang sakit : Menunjukkan pembengkakan pada jaringan lunak, erosi sendi dan oesreoporosis dari tulang yang berdekatan(perubahan awal) berkembang menjadi formasi kusta tulang, memperkecil jarak sendi dan subluksosio. Perubahan oesteoartristik yang terjadi secara bersamaan.
ü  Scan radionuklida : identifikasi peradangan sinovium.
ü  Antroskopi langsung: Visualisasi dari area yang menunjukkan iregulasi/degenerasi tulang pada sendi
ü  SDP : Meningkatkan pada waktu inflamasi
ü  JDL : umumnya menunjukkan anemia sedang
ü  Biopsy membrane sinovisual : menunjukan perubahan inflamasi dan perkembangan panas.

6. TERAPI
ü  Preparat emas oral (auranofin)
ü  Etertinate
ü  Metroksal
ü  Sinar UVA atau UVB dengan preparat topical terbatubara (terapi Goe Ckerman)


  1. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Data Fokus :
a.  Data obyektif :
-    Nyeri pada persendian  biasanya: nyeri pergelangan tangan, nyeri lutut, nyeri pinggul, nyeri siku, nyeri pergelangan kaki
-    Kelainan kuku
-    Psoriasis (Kulit bersisik-sisik, kemerahan,Penebalan kukit, kuku berlubang)
-    Pembengkakan pada tempat persambungan tendo dengan tulang
-    Lesi kulit / ulkus
-    Gangguan gerak
-    Kekakuan sendi
-    Pergerakan terbatas
-    Pasien lemah
-    Gangguan tidur
2.Analisa Data
No
SYMPTOM
ETIOLOGI
PROBLEM
1.
Do:
-       Nyeri persendian
-       Pembengkakan sendi
Agen cedera biologis
Nyeri akut
2.
Do:
-       Gangguan gerak
-       Kekakuan sendi

Kekakuan sendi atau kontraktur
Kerusakan mobilitas fisik
3.
Do:
-       Mengeluh susah tidur
-       Nyeri pada persendian

Nyeri pada persendian
Gangguan pola tidur
4.
Do:
-       Perawatan diri dibantu orang lain
Nyeri
Kurang perawatan diri
5.
Do:
-       Kelainan kulit
-       Kulit bersisik-sisik
-       Kulit memerah
-       Penebalan kulit
Reaksi inflamasi
Kerusakan integritas kulit
6.
Do:
- gangguan gerak
- aktivitas dibantu orang lain
- pergerakan terbatas
- lemah
Tiram baring atau imobilisasi
Intoleransi aktivitas
7.
Do:
-    Harga diri pasien terganggu karena penyakit yang diderita
Perubahan perkembangan
Gangguan citra tubuh

Diagnosa Keperawatan Dan Prioritas Masalah
1)      Nyeri akut b.d agen cedera biologis
2)      Kerusakan mobilitas fisik b.d kekakuan sendi atau kontraktur
3)      Gangguan pola tidur b.d nyeri
4)      Kerusakan integritas kulit b.d Reaksi inflamasi
5)      Kurang perawatan diri b.d nyeri
6)      Intoleransi aktivitas b.d Tiram baring atau imobilisasi
7)      Gangguan citra tubuh berhubungan b.d perubahan perkembangan


  1. INTERVENSI
Tgl/jam
No.DX
TUJUAN
INTERVENSI

1.
Setelah dilakukan tindakan kererawatan selama …x 24jam, diharapkan nyeri berkurang dengan KH:
PAIN LEVEL (2102)
210201 Ps dapat melaporkan nyeri
210203 Ps dapat mengetahui frekuensi nyeri
21020 Ps dapat memantau lama dan episode nyeri
210206 ekspresi wajah tampak rileks
210209 ketegangan otot kurang









1. Sangat dianjurkan/ dilakukan
2. banyak dianjurkan / dilakukan
3. Cukup dianjurkan / dilakukan
4. Sedikit dianjurkan/dilakukan
5. Tidak dilakukan/ dilakukan
PAIN MANAGEMENT (1400)
-     Tunjukan perkiraan nyeri secara menyeluru untuk( lokalisasi nyeri, karakteristik, frekuensi, durasi dari nyeri)
-     Berikan informasi tentang nyeri, seperti penyebab nyeri, lama nyeri antisipasi ketidak nyamanan dari prosedur
-     Tentukan frekuensi yang membuat pasien merasa nyaman dan lakukan pemantauan
-     Observasi tanda-tanda isyarat nonverbal yang menyebabkan ketidak nyamanan terutama pasien yang tidak dapat berkomunikasi
-     Control factor lingkungan yang menyebabkan pasien tidak nyaman( ruangan, suhu, berisik, lampu)
-     Tingkat isirahat secara adekuat
-     Berika pertolongan untuk nyeri dengan analgesik

2.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama…x24 jam, diharapkan mobiloitas fisik pasien tersebut terbatasi dengan dengan KH:
MOBILITY LEVEL (0208)
020801 Ps menunjukkan keseimbangan
020808 Ps menunjukan posisi tubuh yang baik
020803 Ps mampu mengerakkan otot
020804 Ps mampu mengerakkan sendi
020805 Ps menunjukkan dapat untuk pindah







1.tergantung tidak mengikut sertakan
2. membutuhkan bantuan orang lain dan alat
3. membutuhkan bantuan orang lain
4. sendiri dengan bantuan alat
5. mandiri
EXERCISE THERAPHY : JOINT MOBILITY (0224)
-     Tentukan batas pergerakan sendi dan pengaruh pada fungsinya
-     Monitor/pantau lokasi dari ketidak nyamanan nyeri selama pergerakan/ aktivitas
-     Bantu pasien memposisikan tubuhnya untuk pergerakan sendi secara aktif/pasif
-     Anjurkan latihan aktifitas ROM secara teratur, tentykan jadwal
-     Bantu pasien untuk mengembangkan jadwal untuk latihan ROM aktif
-     Kolaborasi dengan ahli terapi fisik pada perkembangan problem latihan

3.
 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama..x24 jam,diharapkan gangguan tidur pasien teratasi dengan Kh:
 SLEEP(0004)
000401 Ps dapat menunujukkan waktu dari tidur
000402 Ps dapat mengabsorbsiasi waktu dari tidur
000403 Ps dapat menunjukakn pola tidur
000404 Ps tidur sesuai kualitas tidur
000407 Ps dapat tidur rutin





1.banyak sekali kompromi
2. Banyak kompromi
3. Sedang atau cukup kompromi
4. Sedikit kompromi
5. Tidak ada komprom
SLEEP ENCHACEMENT (1850)
-     Tentukan pola tidur atau aktivitas pasien
-     Perkirakan tidur pasien secara teratur
-     Tentukan atau jelaskan tidur yang adekuat selama sakit
-     Monitor pola tidur ps dan lamanya waktu tidur ps
-     Pantau adanya kelelahan dari aktvitas selama sakit
-     Atur lingkungan ( cahaya, suhu, tempat tidur) untuk menambah jam tidur pasien
-     Naikkan dan tambahkan waktu tidur pasien

4.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama…x24 jam, diharapkan pasien mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri dengan KH:
SELF –CARE: ACTIVITES OF DAILLY LIVING (0300)
030002Ps mampu berpakaian secara mandiri
030001Ps mampu makan secara mandiri
030003Ps mampu buang air besar
030004Ps mampu mandi secara mandiri
030006Ps manpu melakukan kebersihan diri secara mandiri




1. tergantung total
2. dibantu orang lain dan alat
3. dibantu orang lain
4. mandiri dibantu dengan alat
5. mandiri
SELF-CARE : ASISTENCI (1800)
-  Kaji kemampuan ps untuk merawat diri secara mandiri
-  Kaji kebutuhan ps dalam kebersihan diri dan berikan bantuan sesuai kebutuhan dengan perawatan rambut atau kuku atau kulit/dengan gosok gigi
-  Tetapkan sebuah rutinitas untuk aktivitas perawatan diri
-  Bantu ps untuk menerima ketergantungan kebutuhannya
-  Pertimbangkan umur ps ketika aktivitas perawatan diri
-  Sediakan bantuan sampai ps mampu melakukan perawatan secara mandiri



5.
Setalah dilakukan tindakan keperawatan selama…x24jam diharapkan resiko integritas kulit teratasi dengan KH:
RESIKO CONTROL (1902)
190201Ps menyatakan resiko
190202Ps dapat memantau perilaku pribadi terhadap factor resiko
190204Ps dapat mengembangkan strategi untuk mengontrol resiko secara efektif
19020Ps dapat mengontrol resiko dengan strategi yang dibutuhkan






1.tidak pernah menunjukan
2. jarang menunujukkan
3. kadang- kadang menunujukkan
4. sering menunujukkan
5. terus menerus menuujukkan
SKIN SURVEILLANCE (3590)
-     Obsevasi ekstermitas untuk warna, kehangatan nadi, tekstur,udema dan luka
-     Periksa kulit dan membrane mukosa untuk kemerahan, kehangatan ekstermitas awal drainaase
-     Monitor kulit untuk area kerusakan
-     Pantau untuk sumber untuk tekanan dan pergeseran
-     Pantau adanya infeksi, terurtama area udema
-     Monitor warna kulit
-     Monitor temperature kulit
-     Catat adanya perubahan kulit dan membrane mukosa


6.











Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama…x24jam diharap pasien dapat melakukan aktivitas secara mandiri dengan KH:
ACTIVITY INTOLERACE (0005)
000501Saturasi 02 dibantu dalam respon aktivitas
000513Mengukur perasaan IER dibantu dalam respon aktivitas
000503laporkan aktivitas sehari-hari








1.banyak atau luar biasa (kompromi)
2. banyak (kompromi)
3. sedang atau cukup (kompromi)
4. sedikit (kompromi)
5. tidak ada (kompromi)
THERAPI ACTIVITY (4310)
-    Menentukan komitmen pasien untuk frekuensi atau nilai aktivitas
-    Membantu pasien untuk mengurangi tingkat aktivitas
-    Membantu pasien untuk mengembangkan motivasoi sendiri
-    Bantu pasien untuk mencapai transportasi untuk aktivitas yang sesuai
-    Bantu pasien untuk mengenal dan mencapai jalan tepat menghendaki atau membutuhkan untuk keinginan menjadi aktivitas

7.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama…x24jam, diharap harga diri pasien dapat teratasi dengan KH:
BODY IMAGE (1200)
120001Pasien dap[at menerima gambaran dalam diri sendiri
120002Mampu menyesuaikan antara realitas diri, pengajian diri
120003Dapat mengdeskrepsikan pengaruh bagian tubuh
120005Dapat puas dengan penampilan tubuh
120006Dapat puas dengan fungsi tubuh
12000Dapat menyesuaikan diri untuk perubahan penampilan fisik




1.tidak pernah positif
2.jarang positif
3. kadang-kadang positif
4. sering positif
5. terus-menerus positif
BODY IMAGE ENCHACEMENT (9220)
-  Tentukan gambaran diri tentang harapan diri pasoien dan dasar pada taraf perkembangan
- Gunakan antisipasi ppetunjuk untuk mempersiapkan pasien untuk mengubah gambaran diri
- Tentukan apakah perubahan fisik mempengaruhi citra tubuh pasien
- Bantu pasien untuk menentukan tingkat perubahan actual pada tubuh atau batas fungsional
-  Monitor apakah pasien dapat melihat perubahan pada bagian tubuhnya
- Identifikasi strategi koping
- Bantu pasien untuk menentukan pengaruh terhadap persepsi dalam mengungkapkan perasaan




















BAB IV
PENUTUP


  1. KESIMPULAN
Arthritis Psoriasis adalah suatu peradangan sendi (arthritis) yang terjadi pada orang-orang yang menderita psoriasis pada kulit atau kuku. Penyakit ini mirip dengan arthritis rematoid, tetepi tadak menghasilkan antibodi sepesifik seperti halnya arthritis rematoid. Penyebab atritis psoriatis tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan factor genetic.


















DAFTAR PUSTAKA



Santoso Budi.2005.Panduan Diagnosa kererawatan Nanda. PRIMA MEDIKA : Jakarta.
Brunner & Suddart.2001. Keperawatan Medikal Bedah.Vol 3.EGC: Jakarta..
Priharjo Robert.2007.Pengkajian Fisik Keperawatan.EGC:jakarta
DIAGNOSA DAN TERAPI PSORIASIS. Antaqualiyah.com I Daily Journal, medical information.
Johnson Morrion,dkk.1999.Nursing Outcomes Classification.St Louis Mus by:USA
My closkey,jonne C.dkk.1995.lOWA INTERVENTION PROSECT NURSING INTERVENTION CLASSIFICATION (NIC).St.louis mosby.USA